Bisnis jual beli Kamera yang menjepret keuntungan

0
600

Suketiawan.com – Fotografi digeluti oleh banyak orang di Indonesia. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan profesi yang berbeda-beda. Mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, sampai para profesional seperti fotografer dan wartawan.

Ramainya pehobi fotografi membuat selalu ada peluang bagi siapapun untuk berbisnis toko penjualan pernak-pernik fotografi, atau berbisnis studio foto profesional.

Peluang inilah yang dijajal mbak Efia, seorang lulusan Tata Boga dari Universitas di Surabaya yang kini beralih rupa jadi pebisnis fotografi. Tokonya di sekitar Kota Babat, Kabupaten Lamongan, yang termasuk yang direkomendasikan oleh banyak fotografer.

Thegrass Photo Studio

Pada 2014, Efia merintis tokonya dengan modal awal dengan kamera jenis Canon 600D, dia membelinya second dengan harga 4,9 juta, lalu menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi.

Karena begitu banyaknya pehobi dan profesional di bidang fotografi, bisnis Efia dan dalam waktu satu tahun naik pesat. Setiap hari bisa membukukan 10 sampai 35 transaksi, baik di tokonya sendiri  maupun yang menyambangi toko mereka melalui online.  Banyak juga pembelinya dari luar daerah diantaranya dari Papua, timika, Maumere-NTT, Bintauna-Sulawesi Utara, Aceh, Pontianak dan banyak lagi dengan sistem online juga.

Baca juga :   Tips Cara Merawat Lensa dan Kamera DSLR

Ada cerita menarik juga yang dialaminya, salah satunya ada pembeli dari Jogjakarta, Madura, Rembang yang langsung datang ke tokonya yang beralamat di Kota Babat tersebut langsung membeli beberapa kamera tersebut. “Enaknya datang ke tokonya bisa mencoba kamera yang ingin dibeli” kata salah satu pembeli.

Jelas, kamera adalah barang jualan yang paling banyak dicari. Setelahnya baru tas, tripod, dan kemudian lensa. Menurut Efia, bisnis fotografi masa depannya cerah karena semakin banyak orang yang memiliki hobi itu. Meski begitu, tantangannya pun ada yakni makin banyaknya pesaing serta nilai tukar rupiah yang fluktuatif. Rahasia supaya bertahan, kata dia, adalah pintar-pintar mengatur siasat dagang. (Skt)